Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2009

Tawadu'


ketika awan menggumpal hitam
dan air laut tumpah
terbang atau menyelamlah
tanya kepada burung
kepada ikan
maknai kenapa

sebelum matahari
lebih menunjukkan kuasanya
serapahlah diri
atau sebisamu buat ia bijaksana

tak perlu kau genggam dunia
cukup merekap
berbaring di pelukan alam
dan cintailah
cintai sang pemilik marah dan cinta

Jumat, 27 Februari 2009

IBU



ibu
ingatkan kita nama itu
di saat tubuh menggunungkan perut
menyesak dada
membuatnya sulit bergerak
sekalipun merangkak

lembaran daging perutnya
sering kali ditunjang dari dalam
mana ada dia marah
jemarinya penuh kasih membelai
kulit perut seakan kepala

kita mungkin lupa tapi dia melupakan
di saat nyawanya hampir meregang
ketika kita tetap memaksa melihat alam

sakit:
namun tersenyum ia ketika kita menangis
dia mati suri
tapi kita malah merengek meminta tetek

ingatkah kita
ketika sari tubuhnya menyusut
karena selalu kita hisap

ingatkah
ketika waktu-waktunya digadaikan
malamnya jadi siang
siangnya harus gelap

sempit untuknya senggang untuk kita
gelap untuknya terang untuk kita
lapar baginya kenyang buat kita
sedih untuknya bahagia buat kita

ingatkah
air kasih itu terus mengalir
merubah nila menjadi susu
meronakan gelap
menyulap pekat
asanya milik kita
harapannya tak lain kita

ingatkah
ketika sajadahnya basah
menggenang air mata
memuji tuhan namun bukan untuknya
melainkan untuk kita

kini
masih ingatkah kita kepadanya
sang pemilik surga di telapak kaki itu

(26 Februari 2009)

Senin, 23 Februari 2009

Simaklah

kamu lupa menyimak
: saat kupuisikan pagi
saat malam kujadikan rayuan

kamu juga lupa menyimak
: air asin Gurindam ini mengalir deras ke huluan Musi
kukirim asin ini menjelma payau'
sumbang nada ini menjadi melodi

dan aku lupa menyimak
: asin itu
sumbang itu
tetap asin tanpa payau
tetap sumbang tanpa nada

simaklah ia

(buat mantan pacar)